Sebuah band sederhana dari kota Semarang yang terbentuk pada tahun 1999 yang tumbuh di scene hardcore punk, yang pada saat itu crust/grind adalah musik yang diusung. Namun dalam progress ke depan, dengan materi materi baru yang dirilis pada tahun 2006 ini terpengaruh dengan swedish grind dan newyork hardcore dan mendeskripsikan komposisinya pada hardcore/grind. Pada line-up, diawali oleh Kesit yang sebelumnya telah menyukai grindcore/punk yang pada saat itu masih sulit untuk mencari personil yang sejalan, karena pada saat itu juga Kesit masih aktif di Reject, sebuah band hardcore yang mengawali perjalanan scene hardcore punk di Semarang. Dalam prosesnya hanya dengan Garna yang sejalan sehingga sempat berdua dalam aktivitasnya. Pergantian line-up memproses band ini untuk menemukan pola pikir yang sejalan maupun dalam format musiknya. Pada proses tersebut akhirnya sempat vakum 1 tahun pada tahun 2000. Read the rest of this entry »
Komunitas yang satu ini memang sangat berbeda sendiri dibandingkan dengan komunitas pada umumnya. Banyak orang yang menilai bahwa komunitas yang satu ini termasuk salah satu komunitas yang urakan, berandalan dan sebagainya. Namun jika dicermati lebih dalam banyak sekali yang menarik yang dapat Anda lihat di komunitas ini. Punk sendiri terbagi menjadi beberapa komunitas-komunitas yang memiliki ciri khas tersendiri, terkadang antara komunitas yang satu dengan komunitas yang lain juga sering terlibat masalah. Walaupun begitu mungkin beberapa komunitas Punk di bawah ini dapat mempengaruhi kehidupan Anda sehari-hari.
Berikut adalah beberapa jenis dari komunitas punk,masalah bener apa enggaknya saia minta kritik dan saran dari teman-teman pembaca VIVA LA PUNK
Komunitas Punk yang satu ini memang termasuk salah satu komunitas yang sangat keras. Bisa dibilang mereka sangat menutup diri dengan orang-orang lainnya, kekerasan nampaknya memang sudah menjadi bagiandari kehidupan mereka. Tidak jarang mereka juga terlibat bentrokan dengan sesama komunitas Punk yang lainnya. Anarcho Punk juga sangat idealis dengan ideologi yang mereka anut. Ideologi yang mereka anut diantaranya, Anti Authoritarianism dan Anti Capitalist.Crass, Conflict, Flux Of Pink Indians merupakan sebagian band yang berasal dari Anarcho Punk.
“Keberuntungan tidak akan pernah datang tanpa ada usaha”. Well, mungkin jargon itu yang harus di camkan oleh band-band indie saat ini, mengingat begitu banyak band indie lahir, dan sadar - tidak sadar lahir juga kompetisi. Lalu kenapa “keberuntungan?”, yup, mungkin akan terdengar sepele, tapi itulah yang terjadi di blantika musik saat ini. Banyaknya band bagus yang lahir dengan beragam aliran yang ditawarkan, tapi disisi lain banyak juga band bagus yang tidak beruntung. “Bagus” disini mungkin relatif, tapi untuk jaman sekarang yang kaya akan referensi, dan fasilitas yang mempermudah untuk mengaksesnya, membuat telinga banyak orang semakin kritis. So, saya yakin banyak orang yang sudah “baligh” untuk memilih band-band dengan karya yang bagus dan bermutu. Lalu bagaimana dengan ‘band bagus yang tidak berutung?’, tentunya hal itu akan sangat disayangkan. Dimana sebuah karya bagus dan seharusnya di dengar banyak orang, menjadi hal yang berlalu dan biasa-biasa saja. Lalu, bagaimana cara mengundang keberuntungan dan kesuksesan bagi band kita? Apalagi sih yang harus kita review ketika membuat sebuah band? Here’s the tips for you… VISI DAN MISI Read the rest of this entry »
Lagu “Aku Adalah Tuhan” berkumandang dalam sebuah gigs. Ratusan orang yang hadir dalam gigs ini ikut sing along secara brutal. Semuanya tampak antusias. Lima orang berdandan kaus kutung hitam tampak jumawa di panggung. Itulah Beside, sebuah band metal asal Bandung yang besar dikawasan wisata metal Homeless Crew ternama Bandung, Ujung Bronx yang juga banyak melahirkan band-band death metal lainnya macam Jasad, Forgotten, Burgerkill, Dinning Out dsb. Sempat terlibat kompilasi band-band Ujung Bronx, Independent Rebel (Aquarius Musikindo, 1999) dan kompilasi Beyond Good and Evil (Die Trying, 2005). Read the rest of this entry »
Ini adalah kisah cinta. Tapi bukan cuma sekedar kisah cinta yang biasa. Ini tentang bagaimana menghadapi turun-naiknya persoalan hidup dengan cara Islam. Fahri bin Abdillah adalah pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al Ahzar. Berjibaku dengan panas-debu Mesir. Berkutat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup. Bertahan dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Semua target dijalani Fahri dengan penuh antusiasme kecuali satu: menikah.
Kenapa? Karena Fahri adalah laki-laki taat yang begitu ‘lurus’. Dia tidak mengenal pacaran sebelum menikah. Dia kurang artikulatif saat berhadapan dengan mahluk bernama perempuan. Hanya ada sedikit perempuan yang dekat dengannya selama ini. Neneknya, Ibunya dan saudara perempuannya. Read the rest of this entry »

DURAN-DURAN akhirnya positif menggelar konser di Jakarta,dari berita-berita sebelumnya yang simpang siur menegaskan bahwa band ini akan menggelar konser April 2008, mendapat penegasan dari Rini Noor, bos Nepathya, promotor yang mendatangkan band kesayangan almarhum Lady Diana ini. “Betul, Duran-Duran sudah tandatangan kontrak dan pasti datang ke Jakarta, 8 April 2008 mendatang”.
Grup musik lawas ini akan menggelar konser bertajuk ‘AN EVENING WITH DURAN-DURAN‘ di Plenary Hall, Jakarta Concention Centre [JCC] mulai pukul 20.00 WIB.
Sedikit sejarah tentang DURAN-DURAN
Duran Duran adalah grup musik electronic pop/rock yang banyak mengandalkan synthenizer pada tiap singelnya, mereka melanjutkan ‘invasi kedua Britania Raya’ yang diawali The Beatles dan The Rolling Stones. Mereka menempatkan banyak lagu di tangga lagu Britania dan beberapa singel di Billboard Top 100. Read the rest of this entry »

Band metalcore asal Orange County, California itu emang sudah dipastikan akan diboyong oleh MIPRO ke Jakarta tanggal tanggal 8 Maret tahun ini.
Brendan Schieppati (vokal), Brian Leppke (gitar), Derek Youngsma (drum), Ryan Wombacher (bass), Marta Peterson (keyboards), dan Jona Weinhofen (gitar) yang bulan Februari ini tampil dahsyat di rangkaian event Soundwave di Australia juga akan membawakan repertoire yang dirangkum dari album-album macam “Dush to Ashes” sampai “The Truth.”
Buat yang belum kenal sama Bleeding Through, untuk gambaran, band ini seperti banyak band metal core lainya, mereka juga mengusung unsur Swedish melodic death metal dalam sound-nya dengan unsur melodic yang jauh lebih kuat. Kemudian campur dengan pengaruh Testament dan Exodus pada vokalnya, Entombed dan Pantera pada gitarnya, plus sentuhan industrial dan goth yang diusung si manis Marta Peterson. Read the rest of this entry »



