Ada apa dengan Indonesia dan Malaysia?negara serumpun dan satu ras ini! Semakin lama malah semakin runyam dan saling menjatuhkan,entah itu persoalan nasionalisme,budaya,perdagangan dan lain sebagainya. Malah sekarang merembet ke masalah musik,ya memang sech saia agak telat dalam bahas masalah ini tapi memang manarik untuk diangkat.
Justru kalo kita lihat kebelakang saat jaman saia SD (skitar tahun 80an) malaysialah yang duluan menjajah industri musik kita. Kalo saia ndak salah saat itu Band-band seperti SEARCH,IKLIM,EXIST,WINGS dan musisi-musisi solo malaysia lainnya sempat merajai industri musik di Indonesia. Tapi itu semua tidak membuat para musisi Indonesia gerah dan meminta pemerintah untuk memboikot musik mereka.
Mungkin dari invasi besar-besaran dari band-band asal malaysia ini yang membuat para musisi dalam negeri merasa terpacu untuk meningkatkan kualitas musik mereka. Hasilnya bisa kita lihat di awal-awal tahun 90an bahkan sampe saat ini. Para musisi Indonesia telah mampu menjadi “raja di negeri sendiri”.
Serangan balikpun dilakukan oleh para musisi Indonesia dengan menyebarkan lagu-lagu mereka ke negara-negara tetangga seperti Brunei,Singapura dan termasuk Malaysia. Entah mungkin karena merasa tergeser atau gara-gara kalah saingan di dunia musik,saat ini para musisi Malaysia mempersoakan banyaknya musisi Indonesia yang melakukan konser dan penjualan album mereka di Malaysia. Mereka menilai kalo hal itu terus-terusan dilakukan maka musik dan budaya Indonesia bakal menjajah Malaysia.
Sebenarnya itu merupakan pernyataan yang lucu kalo kita cermati. Seperti saia kemukakan tadi,bukankah mereka yang lebih dulu menjajah musik Indonesia. Tapi saat ini memang telah berbalik semua,sudah banyak band-band Malaysia yang jadi band pembuka buat konser Band-band Indonesia di Malaysia.
Masalah semakin memuncak ketika Persatuab Penyanyi Dan Pencipta LAgu Malaysia (PAPITA) memprotes bahwasannya radio-radio swasta terlalu sering memutar lagu Indonesia. Dalam suratnya PAPITA mengatakan kekecewaannya terhadap radi-radio swasta yang terlalu sering memutar lagu-lagu Indonesia dari pada lagu Malaysia.
Persoalan ini memang menarik menurut saia karena melibatkan persaingan industri musik antara 2 negara. Memang harus di akui masih banyak para musisi-musisi Malaysia yang masih tetap berusaha menembus pasar di Indonesia. Tapi nyaris hampir semua tidak pernah terdengar gaungnya. Saia hanya menyebut nama si canrik SITI NURHALIZA yang saia katakan musisi Malaysia yang masih mampu untuk bersaing di industri musik Indonesia.
Mengapa para musisi Malaysia tidak mampu untuk kembali berjaya di Indonesia saat ini?karena memang kualitas para musisi kita saat ini jauh diatas mereka,harus kita akui itu. Dan mungkin juga karena terlalu banyak polemik yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia yang mengakibatkan respect warga Indonesia berkurang ke Malaysia.
Dalam hal ini saia nggak bakalan memanas-manasi untuk ikut-ikutan memboikot musik Malaysia. Dalam era kayak gini batas-batasan kayaknya bakalan jadi hal yang percuma. Mari kita sama-sama saling belajar untuk menjadi lebih baik,belajar mengurangi segala kekurangan kita dan memaksimalkan yang kita punya.
Berhenti mencela dan saling hina,tapi saia ingat dengan pepatah lama……
“Jangan pernah ganggu Singa tidur……”
“Ente jual…..ana beli……”
Jangan terus-terusan sakiti kami warga Indonesia,karena tak selamanya kami akan berdiam diri.

September 20th, 2008 at 5:19 am
lucu juga mendengar gerombolan penyanyi malaysia yang meminta membatasi pemutaran lagu Indonesia dinegaranya .
Bukannya itu malah menambah kesan bahwa para penyanyi dan pencipta lagu itu lagu2nya tidak diterima dinegara mereka sendiri .
Bicara mengenai musik..musik adalah masalah rasa, jadi suka ato tidak suka tidak bisa dipaksakan ato diatur Undang-undang .
Dan lagi menurut saya sejogjanya para musisi malaysia itu bisa lebih kreatip lagi dalam berkarya . Keknya kalo kita ndenger lagu Malaysia nadanya gitu-gitu aja ya..seragam ..yang tentunya bikin bosan yang mendengar.
Ganyang..
September 20th, 2008 at 5:51 am
hidup irwan!!!! eh hidup endonesah !!!
bangkit tertindas ato mati berdir eh tunduk tertindas ato bangkit melawan!!
wan wan keselek minta air dunk
September 20th, 2008 at 11:27 pm
iya,ya apa sih maunya malaysia, bkin masalah aja sama indonesya, dari ambalat, kesenian reog, batik, etc etc #%^$&(%*)&,, skarang music juga…..
September 21st, 2008 at 1:20 am
negara sebelah emang perlu dijitak tuh…
September 21st, 2008 at 4:29 pm
[...] kuenya selalu basah. 3. Paman Gober yang selalu enak diajak ngobrol. 4. Pak Eko yang ganteng. 5. Pak Tuyul yang selalu berdandan punk. 6. Pak Bambosi yang baik selalu membantu saya. 7. Pak Dyatmika yang [...]
September 21st, 2008 at 5:03 pm
wah para pncipta lagu dan musisi malaysia merasa terancam tuh kayaknya, mereka lagi2 cari celah untuk menyakiti orang indonesia…
ketik c spasi d
cape deeeee
September 21st, 2008 at 10:42 pm
denger2 si baik kita maupun mereka lebih seneng dengerin lagu ciptaan indonesia, nah loh…
September 22nd, 2008 at 8:32 pm
ya, merekapun bertanya.. “dimanakah menghilang, diriku sendiri”
dan merasa “hanyut dalam bayangan sebuah misteri..”
mereka ga habis pikir “lukisan impianku, gambaran dimana..”
tetep ga paham juga “cuaca yang begini (invasi indon) apakah mahunya..”
ha..ha…
September 22nd, 2008 at 9:24 pm
nice post bro.. spya ‘mreka’ tau gmna rasax ‘dsrang’ oleh ‘ttngga’ sndiri..
plng gak mreka sdar akan ‘khilaf’ mreka slma ni..
Ya smw sdah bsa mnilai lah mna msik yg brkualitas.. mnkmati sbuah msik adalah hak, bner kan? Entah itu msik Indonesia msuk ksana, tp mnkmati hsil krya orng lain kan sah2 aja klo emng bgus..
September 25th, 2008 at 4:39 pm
[...] kuenya selalu basah. 3. Paman Gober yang selalu enak diajak ngobrol. 4. Pak Eko yang ganteng. 5. Pak Tuyul yang selalu berdandan punk. 6. Pak Bambosi yang baik selalu membantu saya. 7. Pak Dyatmika yang [...]
October 5th, 2008 at 6:02 am
Saya dari Brunei. Penyanyi dan pelakon yang punya bakat besar muncul dari kalangan negara2 yang besar yang punya populasi yang ramai seperti Malaysia dan Indonesia. Brunei ialah negara yang kecil. Hanya sedikit saja artis2 yang hebat (penyanyi dan pelakon) yang lahir dan wujud dari Brunei dan jumlahnya hanya sekitar belasan atau mungkin tidak sampai dua puluh orang saja yang pada pendapat saya hebat. Salah satu faktor ialah jumlah populasi yang kecil. Brunei cuma punya penduduk (populasi) kira-kira 350 ribu orang sahaja. Jumlah populasi Malaysia ialah lebih enam puluh kali ganda dari populasi Brunei. Dan pada masa yang sama populasi Indonesia ialah lebih kurang sepuluh kali ganda dari jumlah populasi Malaysia.
Saya berpendapat muzik Indonesia pada masa ini lebih hebat kalau dibandingkan dengan Malaysia. Saya berharap suatu saat nanti hal yang sama berlaku di Brunei (walau pun hampir mustahil). Kepada artis2 Malaysia jangan menyekat atau membatasi muzik Indonesia. Hakikatnya karya yang hebat sukar ditolak. Dan bukan lah salah jika seseorang artis itu mencipta karya yang hebat, puitis, yang memberi kesan yang mendalam dan sukar dilupakan di hati, berkualiti dan punya nilai seni yang tinggi. Kepada artis2 Malaysia buat lah saingan yang yang sihat dengan mencipta karya yang lebih tinggi nilai seninya. Saya tidak kata semua penyanyi Malaysia tidak hebat, ada ramai juga yang hebat. Di Brunei artis2 Brunei tidak pernah mau membatasi muzik dari Indonesia atau Malaysia supaya dikurangkan siaran lagu atau video klip di stesen radio dan TV di Brunei meskipun Brunei cuma punya sedikit saja artis2 yang benar2 hebat. Malah ramai di Brunei mau belajar dari artis2 hebat dari Malaysia, Indonesia dan negara2 lain.
Saingan yang adil perlu ada untuk perkembangan seni itu sendiri.
October 11th, 2008 at 5:40 pm
halooo……
ikutan ngomen2 yaaa…..
yaa…. begitulah kondisinya. keknye sih susah ya membelenggu nurani n selera muzik kayak gitu. mo selera punk, jazz, dangdut, keroncong kek… itu mah dah dr sononya alias bawaan lahir.
betw eniw basw saat ini mang lagi trend juga penyanyi indo pada coba2 ngais2 rezeki juga kesana dg album2 yg dikhususkan bwat saudara2 kita di malesia.
ga cuman manggung yg beritanya sampe kemari, tp juga lagu2 jingle iklan bahkan lagu2 ost film. Salah satunya yuni sara dg sepi. Awalnya gw bingung beradsz, postingan lirik gw lagu ini hitnya tiap hari tinggi banget, padahal gw blom pernah denger di tv n radio. Stl cek sana-sini, keknya lagu ini mang ngetop abis di malesia.
Tapi kalo cek di yutub, keknya kasihan bangedsz orang2 indo, sungguh mengenaskan deh. Tengok aj deh, ada berapa sih orang indo yg MAU SHARING klip2 musik 80an dr dalam negeri sendiri?? Silahkan itung sendiri
Thengs