
Foto diatas hanyalah rekayasa
Bikin CD kompilasi sepintas kelihatannya mudah, tinggal comot lagu sana-sini terus dibakar, jadi deh. Namun sebetulnya untuk membuat CD kompilasi yang apik, yang kira-kira bisa bikin pendengarnya bersenang hati atau merasa nyaman, ada beberapa hal yang patut diperhatikan.
1. Pertimbangkan calon pendengar. CD itu niatnya dibuat untuk siapa? Apakah diri sendiri, teman, pacar, ataukah seseorang yang lain? Pastikan bahwa pendengar CD itu akan memberi apresiasi terhadap jenis musik yang kita pilihkan. Kita tak mungkin menghadiahi nenek
kita dengan kompilasi musik punk terbaik abad ini, misalnya, percuma saja karena ia tak akan enjoy. Namun ia mungkin akan bungah menikmati sepilihan lagu langka jazz easy listening yang pernah ia gemari sewaktu ia muda.
2. Pertimbangkan juga apakah kompilasi ini ingin dijadikan semacam media penyampai emosi atau pesan. Apabila iya, maka kita perlu lebih selektif memilih lagu supaya nantinya pesan kita sampai atau dapat dimengerti. Sebuah CD yang diberikan sebagai (tambahan) kado pernikahan mungkin berisi lagu-lagu yang mendukung kesan bahwa kita ikut senang atas peristiwa pernikahan tersebut. Sedang CD simpati untuk teman yang patah hati mungkin berisi sekumpulan lagu-lagu sedih milik The Cure, Sigur Ros, Pink Floyd, dll.
3. Fokus ke genre dan tema. Suatu kompilasi yang memuat beberapa genre sekaligus bisa menciptakan distraksi/mood yang tak enak bagi pendengarnya. Kesan asal comot akan mengemuka. Kompilasi cukup memiliki satu tema. Dengan dukungan lagu-lagu yang pas dengan tema tersebut, CD kompilasi akan berkesan solid.
Read the rest of this entry »




