Iseng-iseng googling ditengah “kebuntuan” saat lagi jaga warnet,bingung mau ngapain lagi????yach,,,gak ada salahnya cari review-review tentang band indie favorit saia. Jadi keingat sama Disconnected,band yang bener-bener punya pengaruh besar meracuni saia untuk lebih mencintai band-band indie dalam negri. Band ini juga yang maksud dalam daftar pertama koleksi kaset band indie saia saat masa-masa SMA dulu
. Fiuhhhh…..saia mohon koreksi juga dari pihak Disconnected kalo artikel saia ini tidak berkenan atau banyak kekurangannya,ini hanya sekedar a lil bit sebagai tanda apreasi saia pada kalian………keep rawk bro……..
Disconnected (DC) terbentuk pada tahun 1998 berawal dari Arie (vokal,gitar), Yuda (bass) dan Decil (drum) yang saat itu masih smu dan ingin menjadi sekumpulan anak muda yang berguna bagi masyarakat. Setelah melewati diskusi panjang maka memutuskan untuk membentuk sebuah band punk. Dalam membentuk band ini telah berkali-kali ganti nama dan pada akhirnya ditetapkan Disconnected sebagai nama pilihan. Nama Disconnected sendiri diambil dari judul lagu dari sebuah band “Face To Face”. Debut pertama DC adalah pada acara “Bandung Shock” tahun 1998, pada saat itu DC masih merupakan band yang masih membawakan lagu-lagu dari Gigantor, Killrays, Green Day dan lain-lain.
Pada tahun 2000, terjadi penambahan personil yaitu Panji (gitar,vokal) dan Dea (Synthesizers, Drum loop programmer). Dengan perubahan tersebut, DC mencoba untuk menampilkan sesuatu yang berbeda dari band-band melodic punk lainnya di Indonesia. DC mencoba untuk mencampur musik melodic Punk dengan unsur elektronik dengan penggunaan synthesizers dan drum loop.
Single pertama DC yang berjudul “Leuv” tergabung dalam kompilasi “Still Punks Still Sucks” dibawah label “My Own Deck” tahun 2001,single berikutnya “Desperate” pada album kompilasi “Bad Tunes and Some Ordinary Things” juga dibawah bendera label “My Own Deck” tahun 2001.
Read the rest of this entry »