Ungkapan “Switchfoot = Jon Foreman” tidak bisa disebut arogan, karena kurang lebih memang yang bersangkutanlah mastermind dari band asal San Diego ini. Jon Foreman bernyanyi, bermain gitar dan menulis hampir semua lagu mereka. Selain Jon, masih ada Tim Foreman (bass), Chad Butler (drums), Jerome Fontamillas (guitar, keyboard) dan Drew Shirley (guitar). Band ini didirikan Jon pada tahun 1996, ‘hanya’ dengan bantuan Tim dan Chad. Belakangan, personil lainnya baru bergabung.
Meskipun sudah pernah mengeluarkan 3 buah album bersama Re:Think Records, Switchfoot belum terkenal sampai ketika 4 lagu mereka menjadi soundtrack film “A Walk To Remember”. Di soundtrack ini, Switchfoot mendapat begitu banyak pujian, sampai-sampai ada yang menulis bahwa kekurangan soundtrack ini adalah “There isn’t enough Switchfoot!” Kontan, Switchfoot pun meroket di jalur mainstream, apalagi lagu “Only Hope” juga muncul di dalam filmnya (dinyanyikan oleh Mandy Moore) dan Jon berkesempatan berduet bersama solois cantik tersebut di lagu “Someday We’ll Know” (cover dari lagu New Radicals). Album-album berikutnya seperti “Learning To Breathe” yang masih dirilis oleh Re:Think Records sampai ke yang dirilis major label Columbia: “The Beautiful Letdown”, “Nothing Is Sound” dan yang terbaru, “Oh! Gravity”, laris di pasaran. “Learning To Breathe” bahkan berhasil memperoleh nominasi di Grammy Awards untuk Best Rock Gospel Album.
Apa? Gospel? Ya, banyak yang berpendapat bahwa band ini mengusung Christian Rock karena lagu-lagu ciptaan Jon banyak yang ditujukan untuk Tuhan. Nyatanya, penggemar Switchfoot tetap berasal dari banyak budaya dan agama. Mereka boleh dinamakan band rock, tapi lagu-lagunya easy-listening, penuh ciri khas dan sama sekali tidak membosankan. Lirik pun menjadi salah satu hal yang harus digarisbawahi ketika menulis review dan bahasan tentang mereka. Bagaimana tidak, Jon menulis dengan indah dan puitis, yang tidak jarang membuat cewek-cewek (yang tidak cengeng sekalipun) menangis. Belum lagi orang-orang yang berada dalam daftar inspiratornya antara lain Søren Kierkegaard, Augustine of Hippo, René Descartes sampai T. S. Eliot! Ya, kesemuanya adalah sastrawan-sastrawan terbesar di dunia.
Read the rest of this entry »