
Ketika anda sedang menjelajahi dunia musik independen di Kanada, pasti anda akan terlanda rasa kebosanan yang cukup mengkhawatirkan. Tetapi nanti dulu, kebosanan yang dimaksud di sini bukan dari segi ragam materi dan kualitas yang mereka tawarkan. Namun karena band-band berkualitas tersebut selalu dilahirkan di kota-kota yang itu saja. Kalau tidak Toronto, Montreal.. ya Vancouver. Kini giliran pasukan dari pantai timur Kanada berunjuk gigi dan tentu saja sama sekali tidak kalah berbobot dengan jawatan mereka titik-titik panas yang saya sebut di atas.
Mereka adalah Wintersleep, band asal Halifax, Nova Scotia yang terbentuk sejak 2001 lalu sudah sering menggebrak belantika musik Kanada dan kini semakin kuat menancapkan taringnya setelah album terbarunya Welcome To The Night Sky beredar.
Desas-desus bahwa album terakhir ini merupakan pemuktahiran musik-musik mereka memang terbukti nyata. Saya menyempatkan datang ketika mereka terakhir kali menggelar konser mereka di Toronto dan kala itu saya datang tanpa “amunisi” (saat itu saya belum pernah mendengarkan album terbaru mereka). Namun malam yang mereka gunakan semaksimal mungkin untuk mempromosikan album terbaru mereka tersebut memang fantastis. Dari situ saja saya sudah berani menilai, Wintersleep sudah tidak main-main lagi dan mereka siap kembali menginvasi Toronto.

Baiklah. Saya tidak akan membuang waktu anda dengan lebih banyak cerita lagi, kini saya akan langsung membedah Welcome To The Night Sky. “Drunk On Aluminium” adalah nomor pembuka yang baik. Permainan emosi lagu begitu baik dibawakan oleh mereka. Perlahan-lahan tapi pasti dan lagu ini terus sampai puncaknya hingga sebelum penghujung lagu. Saya sangat menikmati vokal Paul Murphy yang lantang dan terdengar putus asa di tengah keheningan.
Lagu kedua seakan mengajak anda berlari dari alam keheningan di lagu pertama. “Archaologists” adalah lagu favorit saya dalam album ini. Dentuman bass Mike Bigelow dan tabuhan drum Loel Campbell membuat adrenalin anda terpacu dan tanpa sadar menggoyang-goyangkan leher anda sambil menikmati irama lagu.
Nomor yang mereka percayakan untuk melakukan “ekspedisi” ke tangga-tangga lagu radio dan televisi adalah “Weighty Ghost”. Lagu ini walau begitu sederhana tetapi sangat (terlalu) catchy untuk telinga saya. Iringan keyboard, suara tepukan tangan dan gitar string mendayu-dayu mengiringi suara Paul dan sorak-sorai nyanyian paduan suara. Walau verse dan chorus diulang terus menerus, lagu ini tidak lekas membosankan.

Setelah disuguhkan nomor-nomor yang ceria dan penuh semangat, kembali Wintersleep menyajikan nomor depresif. “Search Party” terasa gelap dan penuh keputus-asaan. Bercerita tentang seseorang yang tersesat dan berharap akan bisa diselamatkan. “Are you waiting for a miracle? Are you waiting like a paranoid little boy? Are you ever gonna come back home?” Itulah beberapa penggalan lirik “Search Party”. Nomor ini juga sangat saya rekomendasikan.
“Miasmal Smoke And The Yellow Bellied Freaks” adalah nomor penutup yang dahsyat dan jangan sampai terlewat dari perhatian kuping saudara-saudara sekalian. Walaupun ada beberapa baris vokal di sana sini, nomor ini lebih ke arah instrumental. Apalagi setelah iringan keyboard masuk begitu ramai dan “bernyanyi”. Mantap!
Sebagai kata akhir, saya sangat merekomendasikan album ini. Mulai saja dulu dengan beberapa Musiklopedia Picks di bawah, lalu lanjutkan ke lagu-lagu dan album yang lain.
Track list
01 Drunk on Aluminium
02 Archaeologist
03 Dead Letter & the Infinite Yes
04 Weighty Ghost
05 Murderer
06 Search Party
07 Astronaut
08 Oblivion
09 Laser Beams
10 Miasmal Smoke & The Yellow Bellied Freaks