
Album reuni? Hell yeahhhh! Inilah album pertama Slayer dengan formasi asli dalam 16 tahun terakhir sejak Seasons In The Abyss (1990). Dave Lombardo kembali mengisi posisi drummer! Dengan mengusung tema agama dan peperangan, album Christ Illusion (2006) mengedepankan beat speed/thrash metal yang kental khas Slayer, namun tetap mempertahankan ciri khas sound mereka di tahun 80-an. Komposisi penulisan lagu masih didominasi oleh Kerry King, sementara Jeff Hanneman hanya menyumbangkan 3 buah lagu yaitu “Eyes of the Insane”, “Jihad” dan “Black Serenade”. Ketiga lagu ini memiliki karakteristik hentakan dan riff guitar yang variatif namun tetap memberikan warna tersendiri pada album ini.
Christ Illusion dibuka dengan lagu “Flesh Storm”, yang dengan tempo cepat akan mengingatkan kita pada nomor pembuka di album Seasons In The Abyss, “War Ensemble”. “It’s all just psychotic devotion… Here the only law / Is men killing men / For someone else’s cause”. Begitulah sepenggal lirik dari lagu tersebut yang menunjukkan bahwa kita semakin disadarkan bahwa perang dengan segala alasannya hanya menguntungkan satu atau beberapa pihak, sedangkan banyak pihak yang akan disengsarakan, apapun alasannya.
Inti berikutnya dalam album ini adalah lagu “Jihad” yang menceritakan terror pada World Trade Center di Amerika Serikat. Dalam lagu ini Slayer membombardir Amerika dengan cara pandang terbalik yang dilihat dari sisi seorang teroris. Konon lagu ini terinspirasi oleh surat seorang teroris yang melakukan aksi terror pada gedung tersebut.
Lagu berikutnya yang cukup mencengangkan dari sisi lirik adalah “Cult”, dengan chorus “Religion is hate / Religion is fear / Religion is war, Jesus is pain / Jesus is gore / Jesus is the blood / That’s spilled in war“. Nuansa kemarahan dan kebencian nampak sekali pada beat lagu ini. Cara bernyanyi Tom Araya juga sangat menunjukan, terutama pada lirik, “The war on terror just drags along / My war with God is growing strong”.
Kekuatan lirik, kemampuan mengaransemen lagu, dan kemampuan mengolah sound serta ritme permainan yang baik adalah ciri dari potensi sebuah band. Hal-hal tersebutlah yang tampak pada album ini namun tidak ditemui pada beberapa album Slayer sebelumnya dalam kurun waktu 16 tahun terakhir. Faktor beat yang diisi oleh Dave Lombardo memberikan nuansa tersendiri dalam durasi 38 menit album ini Singkat kata, album ini merupakan album yang memberikan nuansa come-back yang pas pada diri Dave Lombardo dan cocok dengan apa yang menjadi harapan penggemar setia Slayer. Album ini sangat layak untuk dikoleksi dan menambah perbendaharaan pada rak cd atau kaset anda.