musick,musick reviews,lifestyle,jokes,humor,ironepunx
26  Jan
Efek Rumah Kaca

Banyak yang mengatakan kalau musik Indonesia, khususnya pop sedang mengalami stagnansi, Banyak bermunculan grup yang membuat musik-musik “tidak bertanggung jawab”. Kenapa band-band itu-itu saja yang mampu merajai papan atas musik Indonesia? Apa memang selera music orang Indonesia yang sedang mengalami degradasi? Atau label mayor yang semakin tidak peduli dengan kualitas musik, selama itu pop, bertemakan cinta dan catchy maka pasti menjual? Entahlah, faktanya adalah label-label independen lebih mampu menelurkan band-band berkualitas dibanding label mayor.

Untungnya muncul band macam Efek Rumah Kaca, band pop asal Jakarta rilisan Pavilliun Record. Secara musik tidak ada yang baru dari debut album ini, namun lirik dan topik yang diangkat di daam lagu-lagunya sangat segar sehingga musiknya yang minimalis jadi terasa sangat berbobot. Jauh, saya garis bawahi lagi, JAUH, lebih berbobot ketimbang band-band yang saat ini sedang menjual ratusan ribuan kopi. Mendengar band ini membuat saya menghelakan nafas lega. Akhirnya. Kalau orang barat berkata, “there is a light at the end of the tunnel” (akan ada secercah cahaya di ujung lorong)

Band ini lebih mengingatkan saya pada band Indonesia beberapa tahun lalu bernama Kaimsasikun yang pernah muncul dengan lagu “Pria Dijajah Wanita”. Warna vokal Efek Rumah Kaca (ERK) cukup sedikit mengingatkan saya pada Kaimsasikun. Nomor-nomor yang patut disimak dengan seksama ada di “Jatuh Cinta itu Biasa Saja”, “Bukan Lawan Jenis”, “Debu-Debu Berterbangan”, “Melankolia”, “Desember”, dan dua lagu favorit saya secara personal: “Sebelah Mata”, dan “Di Udara”.

Di “Jatuh Cinta itu Biasa Saja” dan “Cinta Melulu”, band ini mengkritik tema lagu Indonesia yang berputar disitu-situ saja. Kritis pedas yang disampaikan dengan lembut. Memang dua lagu ini juga lagu cinta, tapi dibalut dalam kemasan yang berbeda, dan sebenarnya itulah yang kita butuhkan. Kalau tidak bisa mengangkat topic selain cinta, paling tidak coba lihat dari sisi lain. Cinta kan tidak hanya selalu soal pacaran dan selingkuh? Bukan begitu?

Lagu favorit saya di album ini tentu saja “Di Udara”. Walaupun tidak secara eksplisit, lagu ini bercerita tentang kasus (alm.) Munir. Walaupun beliau sudah tiada, tetapi perjuangannya masih hidup dan terus berjalan. Keunikan mereka belum berhenti sampai di situ. Ada lagu seperti “Bukan Lawan Jenis” yang dari judulnya saja sudah kelihatan kalau lagu ini bercerita tentang hubungan sesama jenis. Sedangkan di “Belanja Sampai Mati”, ERK bercerita soal konsumerisme. Lagi-lagi isu sosial yang masih jarang diulas oleh insan musik Indonesia. Salut buat mereka.

Tapi tentunya tidak semua lagu di album self-titled ini bercerita soal isu sosial (atau politik?). Ada lagu macam “Desember” dan “Insomnia”. Jadi jangan takut kalau anda mengira band ini terlalu ekstrim.

Dari lirik-lirik yang ditulis kelihatan kalau band ini kritis and tentunya cerdas dalam pemilihan tema lagu. Menurut saya band seperti inilah yang layak kita resonansikan ke publik luas dan seharusnya banyak diekspos oleh media-media musik Indonesia supaya bisa dijadikan acuan. Efek Rumah Kaca juga seharusnya tidak dianggap sebagai tamparan di muka, tapi lebih kepada tepakan di pundak band-band pop masa kini untuk mencoba lebih keras (dan cerdas). Beberapa waktu lalu saya mewawancarai salah satu pemusik indie dalam kota, dan dia mengatakan bahwa “Lagu bagus atau album bagus itu ibarat kabar baik, dan harus disampaikan pada semua orang.”Maka saya sampaikan kabar ini untuk anda semua yang rindu dengan lagu bagus.

Posted by admin, filed under musick, review's. Date: January 26, 2008, 5:41 pm |

CO.CC:Free Domain

5 Responses

  1. loopy 99ers radio lampung Says:

    tul.. cuma 1 kata buat ERK… keren banget lagunya.. gw suka banget.. cinta ama lagu kalian.. different banget lho.. suka lho ama kalian.. tp kapan maen ke lampung yah..??? pertanyaan yang sangat besar..

    knp bandung mulu yah.. duh mau liat kalian performnce deh.. :)

    sukses buat ERK yah..

  2. yurie Says:

    terima kasih atas suportnya,
    pengen juga di undang ke lampung cuman ga tau ke sapa saya harus bersandar.

    salam
    yurskie

    Managemen ERK

  3. neenananana Says:

    ERK

    needs only a word to describe it

    SIMPLE
    BUT
    AWESOME

    ILIKEIT!

    haha.. semangat!

  4. ayu Says:

    Tau Kalian dr Teman Q,….

    Blum sempet denger!!!!!!!!!

  5. dyra Says:

    dikasih banyak ma temen gwe, huehehehe

    tapi blom gwe dengerin smua. paling “cinta melulu”, abis dya nangkring bgt di kuping :D

Leave a Comment

Your comment

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.