Hacker ?
It’s not about BLACK or WHITE
oleh y3dips

 

Arik adalah seorang anak SMU dengan kemampuan hacking yang tinggi. Dengan kemampuannya, Arik mendapatkan banyak sekali pengalaman yang menarik seperti berkenalan dengan wanita yang disukainya setelah melalui proses hacking terhadap handphone-nya terlebih dahulu, melakukan hacking terhadap komputer bandara, menjadi panitia kontes hacking, sampai pengalamannya yang secara tidak sengaja telah membantu penjahat melakukan hacking terhadap perusahaan online yang menyebabkan mereka menjadi bangkrut.

Penjelasan berbagai aksi hacking yang dibungkus dengan cerita novel menjadikan buku ini sangat santai dan menyenangkan untuk diikuti. Buku ini merupakan buku pertama dan satu-satunya saat ini di Indonesia yang menggabungkan novel dengan ilmu pengetahuan komputer yang selalu dibahas dengan cara yang serius.

Buku ini merupakan buku fiksi yang digabungkan dengan ilmu komputer. Ceritanya palsu namun teknik yang digunakan 100% asli dan bisa diterapkan dalam dunia nyata !

from : jasakom

Read the rest of this entry »

Posted by admin, filed under review's, story. Date: January 31, 2008, 7:06 am | 4 Comments »

30  Jan
CloseHead


closehead.jpgCloseHead dibentuk pada tanggal 18 Januari 1997 , dengan mengusung aliran melodic bermula dari ide sekelompok anak muda penuh semangat yang menyukai musik yang beraliran Melodic Punk, maka terbentuklah sebuah band yang bernama CloseHead . Pada awal terbentuknya, CloseHead banyak dipengaruhi oleh band-band luar yang bergenre Melodic Punk seperti Not Available, MXPX, Blink
182
, dan band lainnya. Seiring dengan berjalannya waktu, CloseHead mulai menciptakan lagu-lagunya sendiri dengan harapan semua orang dapat menerima lagu-lagu yang mereka ciptakan. Dalam perkembangannya untuk menciptakan suatu band yang solid, CloseHead banyak melakukan beberapa perombakan dalam segi formasi band. Pada awal terbentuk, CloseHead beranggotakan Aid (guitar Back.Vocal) Lam-Lam (Bass, Back. Vocal), Mario (Vocal. Guitar) dan Ijan (Drum). Kemudian terjadi banyak perombakan pada posisi Vocalist. Akhirnya pada tahun 2001, CloseHead dengan formasi Nannu (Vocal, Guitar), Aid (Guitar, Back. Vocal) Lam-Lam (Bass, Back. Vocal) dan Ijan (Drum) mulai menunjukan eksistensinya di jagad permusikan Indie baik di Bandung maupun luar kota. Setelah 4 tahun bertahan dengan formasi tersebut, akhirnya Nannu dan Ijan memutuskan untuk hengkang dari CloseHead. Sepeninggalan Nannu dan Ijan, CloseHead berjalan dengan 2 personil tetap dan 2 additional player pada Guitar dan Drum. Akhirnya pada tahun 2007, CloseHead mulai berdiri kembali dengan formasi yang baru yaitu, Lam-Lam (Bass, Vocal), Aid (Guitar, Vocal), Bobs (Drum), Anton (Additional Guitar, Back. Vocal) dan Iqbal (Additional Keyboard). Setelah melalui berbagai perkembangan musik khususnya di kota Bandung dan tampil dalam berbagai event musik, CloseHead mulai mencoba menampilkan warna musik mereka sendiri. Dan setelah mengikuti beberapa kompilasi yang bergenre Melodic Punk di Bandung,

Read the rest of this entry »

Posted by admin, filed under Indie Bands. Date: January 30, 2008, 3:24 am | 19 Comments »

 

Lihat GambarDua puluh tahun menghilang, John Rambo kembali beraksi. Tentu saja sang Rambo masih diperankan oleh Sylvester Stallone. Tapi kali ini tak hanya sebagai bintang utama, Stallone juga menulis skenario sekaligus menyutradarainya sendiri. Jika Rambo sebelumnya pernah beraksi di Vietnam dan Afganistan, kali ini Rambo juga masih menjelajah Asia. Tepatnya di dekat perbatasan Thailand-Burma, tempat terjadinya perang saudara terpanjang di dunia, yang telah berlangsung puluhan tahun.

Rambo telah lama meninggalkan perang dan bertekad tak lagi terlibat dalam ‘kehidupan berdarah’. Rambo memilih menetap di belantara Thailand. Selain menyewakan perahu, Rambo juga bekerja sebagai penangkap ular yang banyak ditemukan di hutan.

Namun keputusannya berubah setelah bertemu dengan Michael Burnett (Paul Schulze) dan rekannya, Sarah Miller (Julie Benz). Mereka adalah missionaris dari Amerika Serikat yang meminta Rambo untuk menjadi pemandu agar mereka dapat membawa obat-obatan, serta bantuan bagi desa Karen di perbatasan Burma dan Thailand. Padahal, di daerah tersebut, perang saudara terpanjang didunia, yaitu konflik orang Burma dengan orang Karen, sudah mencapai tahun ke-60.

Mereka meminta Rambo untuk menjadi pemandu, karena dianggap paling tahu daerah tersebut, termasuk wilayah yang dihuni oleh Suku Karen, suku yang dianggap pemberontak oleh junta militer Myanmar.

Read the rest of this entry »

Posted by admin, filed under review's. Date: January 27, 2008, 12:40 pm | No Comments »

 

Lihat Gambar

Awal tahun 2008, dunia perfilman Indonesia dihujani dengan film-film bergenre drama romantis. Tak ketinggalan rumah produksi Investasi Film Indonesia (IFI) yang sebelumnya pernah membuat COKLAT STROBERI pada 2007, kali ini mereka merilis film yang diklaim sebagai “film hot pertama di Indonesia”, RADIT DAN JANI.

Tak seperti lazimnya film tentang percintaan yang bercerita tentang perjuangan mendapatkan cinta atau mempertahankan cinta dari ’serangan’ orang lain, kali ini RADIT DAN JANI berkisah tentang upaya mempertahankan cinta di tengah kondisi serba kekurangan dan belitan narkoba. Mereka berusaha mempertahankan cinta akibat kebodohan mereka sendiri.

Film ini memasang model internasional Fahrani sebagai Anjani yang biasa dipanggil Jani dan aktor Vino G Bastian sebagai Radit. Jani adalah anak yang dicap telah merusak masa depannya sendiri oleh keluarganya karena nekat minggat dari rumah dan menikah dengan Radit. Padahal Radit adalah anak band yang bahkan demo albumnya belum terdengar oleh produser. Yang lebih parah, Radit juga pecandu narkoba.

Tanpa bekal uang dan pekerjaan tetap, kehidupan yang keras harus mereka jalani. Apalagi ketergantungan Radit terhadap narkoba membuat langkah mereka semakin berat. Pasangan ini bahkan melakukan apa saja seperti mencuri di supermarket, atau menyantroni rumah kosong untuk bertahan hidup. Namun, kekuatan cinta mereka membuat semua kepahitan hidup tidak terasa.

Sayangnya pernikahan tak selalu seindah yang diharapkan. Apalagi setelah Jani diketahui hamil, mereka pun dibangunkan oleh kenyataan, bahwa hidup mereka harus berubah. Radit harus segera melepaskan diri dari jeratan narkoba dan juga mendapat pekerjaan agar dapat membahagiakan Jani dan memberi masa depan kepada anak mereka.

Read the rest of this entry »

Posted by admin, filed under review's. Date: January 27, 2008, 12:37 pm | 2 Comments »

 

Album reuni? Hell yeahhhh! Inilah album pertama Slayer dengan formasi asli dalam 16 tahun terakhir sejak Seasons In The Abyss (1990). Dave Lombardo kembali mengisi posisi drummer! Dengan mengusung tema agama dan peperangan, album Christ Illusion (2006) mengedepankan beat speed/thrash metal yang kental khas Slayer, namun tetap mempertahankan ciri khas sound mereka di tahun 80-an. Komposisi penulisan lagu masih didominasi oleh Kerry King, sementara Jeff Hanneman hanya menyumbangkan 3 buah lagu yaitu “Eyes of the Insane”, “Jihad” dan “Black Serenade”. Ketiga lagu ini memiliki karakteristik hentakan dan riff guitar yang variatif namun tetap memberikan warna tersendiri pada album ini.

Christ Illusion dibuka dengan lagu “Flesh Storm”, yang dengan tempo cepat akan mengingatkan kita pada nomor pembuka di album Seasons In The Abyss, “War Ensemble”. “It’s all just psychotic devotion… Here the only law / Is men killing men / For someone else’s cause”. Begitulah sepenggal lirik dari lagu tersebut yang menunjukkan bahwa kita semakin disadarkan bahwa perang dengan segala alasannya hanya menguntungkan satu atau beberapa pihak, sedangkan banyak pihak yang akan disengsarakan, apapun alasannya.

Read the rest of this entry »

Posted by admin, filed under musick, review's. Date: January 26, 2008, 6:37 pm | No Comments »

 

Ketika anda sedang menjelajahi dunia musik independen di Kanada, pasti anda akan terlanda rasa kebosanan yang cukup mengkhawatirkan. Tetapi nanti dulu, kebosanan yang dimaksud di sini bukan dari segi ragam materi dan kualitas yang mereka tawarkan. Namun karena band-band berkualitas tersebut selalu dilahirkan di kota-kota yang itu saja. Kalau tidak Toronto, Montreal.. ya Vancouver. Kini giliran pasukan dari pantai timur Kanada berunjuk gigi dan tentu saja sama sekali tidak kalah berbobot dengan jawatan mereka titik-titik panas yang saya sebut di atas.

Mereka adalah Wintersleep, band asal Halifax, Nova Scotia yang terbentuk sejak 2001 lalu sudah sering menggebrak belantika musik Kanada dan kini semakin kuat menancapkan taringnya setelah album terbarunya Welcome To The Night Sky beredar.

Desas-desus bahwa album terakhir ini merupakan pemuktahiran musik-musik mereka memang terbukti nyata. Saya menyempatkan datang ketika mereka terakhir kali menggelar konser mereka di Toronto dan kala itu saya datang tanpa “amunisi” (saat itu saya belum pernah mendengarkan album terbaru mereka). Namun malam yang mereka gunakan semaksimal mungkin untuk mempromosikan album terbaru mereka tersebut memang fantastis. Dari situ saja saya sudah berani menilai, Wintersleep sudah tidak main-main lagi dan mereka siap kembali menginvasi Toronto.


Read the rest of this entry »

Posted by admin, filed under musick, review's. Date: January 26, 2008, 5:57 pm | No Comments »

Sebuah penantian yang cukup lama untuk Got Me Blind mengeluarkan album pertama mereka ini. Materi album pertama dari nu-metal Yogyakarta ini sebenarnya sudah direkam beberapa tahun lalu, tapi banyak mengalami penundaan, sampai akhirnya bisa rilis Oktober-November 2007 ini. Meski gelombang trend band-band nu-metal sudah berlalu beberapa tahun lalu tapi ini merupakan sebuah bukti eksistensi yang jelas daripada sekedar sebuah trend yang pernah melanda. Total 9 lagu dalam cd ini dan 1 lagu remix (oleh Krezikultur), termasuk juga terdapat bonus 3 buah video clip yang bisa diputar melalui komputer.

Pengaruh bermusik mereka terlihat jelas di sini, sebutlah Korn, Linkin’ Park (minus scratch dj), Limp Bizkit yang terlihat dari cara pembawaan vokal, dan termasuk juga sedikit bumbu emotional hardcore era Deftones “lama”.

Musik yang catchy dan hasil rekaman cukup clear (meski untuk beberapa bagian saya rasa agak kurang bright) tapi ini mungkin bisa membawa mereka lebih jauh untuk langkah ke depan. Karena album ini merupakan bagian dari sebuah trilogi karya mereka selanjutnya. Album ini adalah mereka saat masa lampau (past), dan segera akan disusul rilisan lanjutannya untuk yang saat ini (present), dan selanjutnya untuk di masa depan (future).

Read the rest of this entry »

Posted by admin, filed under Indie Bands. Date: January 26, 2008, 5:54 pm | No Comments »

« Previous Entries