Sore ini seorang junior potensial bertanya padaku dengan aksen Lombok yang khas, ‘mas, kenapa mas suka musik keras? Di mana tempat enaknya? Kayanya ndak ada seni-seninya’. Hahaha. Sumpah! Aku tertawa mendengar pertanyaan dan pernyataan ini (lagi). Sejujurnya, aku benar-benar heran pada orang-orang yang menanyakan pertanyaan bodoh seperti ini.
Baiklah, sebelum aku mendengar hal tolol ini lagi dari internet, kupikir blog ini tempat yang tepat untuk menjelaskannya. Pada dasarnya seorang artis (dalam kamus manapun kata ‘artis’ mempunyai arti ’seniman’, jadi jangan menyamakannya dengan istilah selebritis!) berkarya menggunakan hatinya. Sebuah karya seni hanya bisa dikatakan berhasil bila penikmat karya itu secara emosional bisa merasakan apa yang dirasakan sang artis saat mengerjakan karyanya. setuju? Harus setuju!
Sekarang mengapa musik cadas tidak bisa dikatakan seni? Apa bedanya dengan musik komersial? musik cadas juga punya nada, punya ketukan dan yang terpenting; PUNYA EMOSI!! Ayolah, cobalah lebih obyektif. Masalah seni adalah masalah selera. Tidak semua penggemar film menonton karya Steven Spielberg. Tidak semua pecinta sastra menyukai William Shakespeare. Tidak semua pembaca puisi membaca karya Kahlil Gibran. Tidak semua penggemar lukisan menginginkan karya Da vinci! Musik itu punya emosi. Tidak semua orang yang bersedih bisa melupakan kesedihannya dengan terapi hiburan. Sebagian dari mereka butuh terapi pelampiasan. Jika kamu melihat temanku, Indra ICU sedang bersedih, percayalah, suara Celine Dion hanya akan membuatnya semakin tersiksa. Beri dia album terbaru Killswitch Engage, dan dia akan kembali tersenyum! aku juga sama. Halo Indra. Hahaha. Ternyata kamu juga baca blogku.
By Niko Panunggal
Vocalis Sylvia Band
Owner Minority Record
Penghujung tahun 2008 telah tiba,mari kita lupakan sejenak euforia konser-konser band cadas yang telah hadir di tahun 2008 ini. Sekarang saatnya kita buat menyambut tahun baru dan tentunya kedatangan band-band cadas lainnya yang sudah tentu bakalan nggak kalah banyak dari tahun 2008 kemaren.
Setelah Bullet For My Valentine dipastikan melakukan konser mereka di Tennis Indoor Jakarta pada tanggal 4 February 2009 nanti,dipastikan ada 1 band lagi yang bakalan mengadakan konser di tempat yang sama pada awal tahun nanti. Mereka adalah Lamb Of God,keseriusan pihak Solucite dalam mendatangkan band-band metal ke Indonesia memang sudah tidak dapat di ragukan lagi,beberapa waktu lalu mereka telah berhasil mendatangkan As I Lay Dying untuk konser di Indonesia walaupun sempat di tunda beberapa hari,tapi mereka tetep memperlihatkan sisi Proesionalisme mereka dengan tetap memperjuangkan agar As I Lay Dying bisa tetap mengadakan konser meraka di indonesia.
Read the rest of this entry »
Tennis Indoor Senayan, Jakarta.
4 February 2009.
Pre sale tickets: 15 – 23 December 2008.
Rp. 235.000,- (Normal Price Rp. 335.000,-).
Limited!!
Only at:
JAVA Musikindo (021) 57988623/4/5.
Radio Ardan (022) 2033256 / 2034094.
Harian Surabaya (031) 91010301 / 8419000.
www.detik.com
Get free tickets and meet and greet!
Visit Adrie Subono’s blog at blog.javamusikindo.com
Promoted by:
JAVA Musikindo.
Plaza Mutiara 2nd floor, Suite 201.
Kawasan Mega Kuningan.
Ph: (021) 57988623/4/5.
Fax: (021) 57988626.
www.javamusikindo.com
Ngeblog memang seru dan mengasyikkan,apalagi kalo blog kita telah mempunyai para pengunjung tetap dan traffic blog kita semakin naik. Ngeblog nggak lengkap rasanya tanpa mencoba peruntungan guna mengumpulkan receh demi receh lewat blog,apapun macamnya itu.
Saia memang baru dalam hal beginian,dan hampir tidak mengerti sama sekali dalam dunia ini. Tapi nggak ada salahnya buat iseng mencoba. Mengapa saia katakan iseng,karena saia tidak terlalu berharap dari sini,kalo orang bilang “iseng-iseng berhadiah”. Kalau di bandingkan dengan para master-master yang lain ya memang ndak ada apa-apanya saia ini.
Sudah 2 hari saia mengikuti PTC klikrupiah.com,kalau menurut info yang saia baca-baca. Klikrupiah.com merupakan PTC pertama yang menggunakan bahasa Indonesia,jadi untuk pembayarannyapun menggunakan mata uang rupiah. Seperti konsep PTC-PTC yang lain klikrupiah.com akan membayar kita setiap kita meng klik iklan yang muncul selama 30 detik. Untuk setiap iklan yang kita klik di klikrupiah.com kita dibayar Rp.100, memang bukan nominal yang besar,maka dari itulah dari awal saia namakan ini iseng-iseng berhadiah. Anda juga bisa menambah pemasukan dengan mengumpukan referall sebanyak-banyaknya,dan kalau anda berminat untuk daftar boleh juga untuk daftar dibawah refferal saia. ![]()
Read the rest of this entry »
Genre: Metalcore (Early) | Hard Rock, Heavy Metal (Recent)
Country: USA (Huntington Beach, California)
Label(s): Good Life Recordings (2001-2002)
Hopeless Records (2002-2004)
Warner Bros. Records (2004-present)
Format: mp3@CBR320kbps [CD-Rip]
2001 - Sounding the Seventh Trumpet
2001 - Warmness on the Soul [EP]
2003 - Waking The Fallen
2004 - Beast And The Harlot [CD Single]
2005 - Bat Country [single]
2005 - City of Evil
2006 - Burn It Down [single]
2006 - Burn It Down Disc 2 [single]
2007 - Avenged Sevenfold
2008Â - Live in the LBC & Diamonds in The Rough
Current members
-Â M. Shadows - lead vocals (1999 - present)
-Â Synyster Gates - lead guitars, piano, backing vocals (2000 - present)
- Zacky Vengeance - rhythm guitars, backing vocals (1999 - present)
- Johnny Christ - bass, (2002 - present)
- The Rev (The Reverend Tholomew Plague) - drums, percussion, vocals, piano (1999 - present)
Former Members
- Matt Wendt - Bass: featured on early demo’s (1999 - 2000)
- Justin Sane - Bass and Piano: Sounding the Seventh Trumpet and Warmness on the Soul EP (2000 - 2001)
- Dameon Ash - Bass: listed on Sounding the Seventh Trumpet re-release, but didn’t record any songs. (2001-2002)
Other Members
- Brian Haner Sr. - Additional guitars and pedal steel on City of Evil. He is also known as “The Official Acoustic Guitarist” - for Avenged Sevenfold. He is Synyster’s father, and is sometimes reffered to as ‘Papa Gates’ (PG for short) because of this. Read the rest of this entry »
Gara-gara tertahan di Bangkok, As I Lay Dying batal menggelar konsernya di Tenis Indoor Senayan Kamis (27/11/2008) seperti yang telah dijadwalkan sebelumnya.Hal ini terjadi karena sedang terjadi aksi politik di Bangkok menentang PM Thailand. Imbas dari kejadian tersebut konser As I Lay Dying terpaksa di undur sekitar 3 hari.
As I Lay Dying adalah band metalcore asal San Diego California. Band yang memiliki gaya bermusik yang cukup unik ini menggabungkan musik metal yang berbasis pada riff riff melodius ala Gothenburg Sound , seperti In Flames dan At The Gates dengan komposisi ringan ala musik Punk sehingga mudah dicerna dan disimak bahkan oleh para pendengar musik rock/metal yang terhitung baru mendengar lagu lagu dari mereka. Nama band ini berasal dari novel William Faulkner yang dicetak sekitar tahun 1930’an berjudul As I Lay Dying yang menceritakan kehidupan keluarga petani Amerika yang religius.Band ini kini digawangi oleh Tim Lambesis,sebagai vokalis,dan leader dari band ini, kemudian drummer muda enerjik dan sangat berbakat Jordan Mancino. Dual shredder yang memperkuat dari sisi riff gitar, Nick Hipa dan Phil Sgrosso . Nick Hipa merupakan gitaris yang cukup menonjol dengan karakter sound yang berbeda dengan musik metalcore kebanyakan, karena boleh dibilang ‘terlalu melodius’ dan kurang tebal distorsinya, dan justru hal itu menambah karakter dari pattern2x lead gitar dari Nick, sementara karakter sound distorsi yang tebal dilapis oleh Phil yang memang memiliki background lebih kuat dibandingkan Nick .Sementara Josh Gilbert membantu Tim Lambesis sebagai clean vocalist dan juga bertanggung jawab sebagai pencabik bas.
Read the rest of this entry »





